Archive for August, 2007

Siapa Pahlawanmu

Wednesday, August 1st, 2007

Siapa Pahlawanmu…

Setiap superhero mempunyai kisah sebelum menjadi seorang pahlawan sesungguhnya, tidak jarang Pahlawanpun punya Pahlawan…mereka punya perjalanan hidup yg akhirnya mengantar mereka menjadi Seorang Hero sejati untuk org2 disekelilingnya…the16_superhero Begins…

16 Agustus 1995

Saat itu usiaku genap 11 tahun ditengah tumpukan piala yang kumenangkan dalam seminggu terakhir peringatan hari kemerdekaan RI, tiba2 saat menerima Piala Lomba Pidato Bapak kepala Dinas Pendidikan tiba2 bertanya…Nak siapa tokoh idolamu…??? tanpa pikir panjang dengan keterbatasan nalarku terlontar sebuah nama yang sudah berakar dalam benakku…PAPAku!!!,jawabku lantang…sejenak orang terdiam, harus menunggu 3 detik untuk melihat sudut bibir para penonton meruncing serempak, dengan keangkuhan masa kanak2ku, sepatu dengan lampu warna merah pada bagian tumitnya menjadi daya tarik tersendiri untuk teman kanak2ku saat itu ku langkahkan kakiku menuju mobil jemputanku…merasa bagai raja dengan sederet prestasi membanggakan, hidup dalam keluarga sejahtera berkecukupan, memiliki Ayah yg dihormati seluruh kota, mempunyai Ibu yang cantik nan rupawan, menjadi siswa teladan ditingkat Kabupaten dan Propinsi mengantarku menjadi buah bibir berminggu-minggu dimasa itu…tapi tetap saja tokoh dibalik semua itu adalah Ayah-Bundaku.Ayahku sungguh menjadi inspirasiku.

16 Agustus 1998

Ditengah distorsi suara pembicara dalam pertemuan Siswa2 teladan se Propinsi Sulawesi tengah tiba2 seluruh ventrikel dan Atriumku tak beraturan memompa darah ketika sosok itu memilih duduk tepat disampingku, wanita yg posturnya sedikit lebih jangkung dari tinggi badanku saat itu, Jesica…itu panggilan akrabnya,Peraih peringkat pertama Wanita Siswa Teladan tingkat SLTP,sosok yang sangat supel dipermanis dengan lesung di kedua pipinya serta kulitnya yg putih merona tipikal wanita berdarah campuran Menado.Senyum Hangatnya langsung mengarah menembus retinaku,sembari tersenyum dia mengulurkan jabat tangan erat padaku, ”Selamat yah Nilai Matematika dan IPAmu ternyata paling tinggi,hanya kalah pemilihan judul Pidato sampai gelar itu harus kau serahkan padanya”, kulitku yg hitam legam mendadak pucat ketika rasa bercampur aduk mendengar komentarnya…yah diriku hanya meraih peringkat dua pada Lomba tahunan itu, harus menyerah pada sainganku sejak lomba tingkat SD 4 tahun laluAnak itu bernama Firman Simatupang,Kaca mata tebalnya seakan-akan menjadi Bayonet untuk kecerdasannya.Belum selesai gerahamku bergesekan tiba2 dengan suara yg lebih lembut Jesica bertanya padaku…”siapa sih tokoh idolamu???sesaat sistem limbikku bekerja…tanpa pikir panjang sekali lagi ku menjawab dengan nada datar”PAPAku”…Alisnya tampak tinggi sebelah namun seketika langsung diikuti senyum manisnya yg meluluh lantakkan hati,”wahh hebat yah pasti Ayahmu orang yg sangat hebat”…sangat..sangat hebat,balasku datar…”oh iya selamat ulang tahun yah,tidak sengaja tadi kulihat data dirimu ternyata sudah berusia 14 tahun…tambah tua hahahaha”serta merta tak bisa kubayangkan seperti apa warna wajhku saat mendengar ucapan itu darinya…2 minggu penuh cinta dan kemenangan besar di usia puberku,sejenak membuatku melupakan gadis impianku yg mungkin sedang mendoakan diriku dalam setiap sholatnya…tapi kupikir semua itu pinjaman sesaat dari sang Khalik padaku biar tetap fokus di tengah persaingan,setidaknya keinginan tuk menunjukkan bahwa pemuda desa ini juga bisa bersaing denga para Jawara kota… Sekali lagi diriku manjadi pahlawan untuk Kota kecilku,harus kalah dari pemuda dari Kotamadya dah menjadi hal yg biasa, namun dibalik segudang prestasiku itu kembali dia yang darahnya mengalir deras dalam tubuhku dan selalu menjadi pahlawan dibelakang layar untukku Ayahandaku tercinta….

16 Agustus 2001

Nafas belum teratur benar, pegal-pegal latihan seharianpun belum juga hilang tapi tiba2 bagai menelan bogem mentah sekitar 100 liter air dalam hitungan detik menghampiri tubuhku bersamaan, serasa ingin membalas semua itu dengan makian paling sadis dimuka bumi, tapi serentak sekitar 120 org dengan volume maksimal melewati plika vocalis mereka berkata”selamat ulang tahun”…seluruh amarah berubah menjadi haru, peluh dendam menjadi tangisan rindu, satu persatu tubuh2 tegap para anggota PASKIBRA SMU 17 mulai menghampiriku, para pria menghujani tubuhku dengan kepalan maut mereka(hal biasa dalam PASKIBRA) para wanita dengan suara lembutnya mengucapkan selamat dengan senyum penuh makna…mataku berkapoera menembus kerumunan mencari-cari dia yg sedang mencoba mengisi hatiku yg sebenarnya telah terisi oleh wanita yg tak kalah bagusnya…yah tidak bisa membohongi diri sendiri karena mulai menikmati mencintai dua org sekaligus,paling parahnya mereka berdua cukup akrab bahkan mempunyai kemiripan dalam berbagai hal,tiba2 sebuah tepukan pelan namun hangat menghantam punggung kiriku namun jemarinya tidak langsung terpantul sesaat setelah menepuk pundakku malah mencengkram ringan seraya memberi sedikit tekanan bernuansa terapi kelelahan…dia yang sedang kutunggu, menggemaskan melihat pipi tembemnya mempermanis setiap senyum andalannya sambil menyempitkan sudut2 kedua matanya…dia yg selalu menemaniku akhir2 ini, dia yg seringkali memilih mengambil jalan memutar hanya untuk bisa satu jalur angkutan kota denganku, dia yg sering menelponku dengan alasan2 yg tidak jelas, dia sering bertingkah dan mencari perhatian saat melihatku asik dengan kekasihku, dan dia berhasil merobek keyakinanku,dia yg berhasil merusak pertahananku dan dia berhasil meruntuhkan tembok kesetiaanku, malam yg sedang ditemani Bulan yg sedang dalam wujud tampannya membuat suasana semakin romantis dan saat paling tepat tuk berkata AKU JUGA MENCINTAIMU…dia tersenyum dan berkata ”sudah kuduga, cintailah aku semampumu…karena aku akan mencintaimu lebih dari yg kau bayangkan” sembari meninggalkan kerumunan lengannya yg tampak kontras dengan jaket abu2 nya menggandeng tanganku,bibirnya di dekatkan ketelingaku…dengan desahan manja”kak!!!  Kenapa dirimu begitu disukai banyak orang,kenapa dirimu dicintai banyak orang, siapa sih tokoh idola kakak yg sangat mempengaruhi keseharianmu???” seperti sudah begitu terbiasa dengan pertanyaan klise itu di hampir setiap perayaan ulang tahunku, tanpa harus membuat kerja neuron-neuron transmiter dalam kepalaku bekerja terlalu keras,setiap tahun selalu saja ada pertanyaan itu…dengan nada datar menonjolkan Bassnya warna suaraku dengan tegas kujawab AYAHku…yah selalu dia…entah kenapa dia bertanya seperti itu…apakah karena mau mengenal karakterku atau ahanya pemanis pembicaraan yg mulai mengarah pada pengkhianatan cinta dan pemutusan tali persahabatan…masa2 itu adalah salah satu fase perjalanan hati yg paling memuakkan namun tetap saja indah…dasar anak muda.

16 Agustus 2002

Euforia masuk PTN impianku  belum beranjak dari titik didih, hari itu semua seakan2 menjadi hari yg sangat sempurna , semua berjalan dengan sedikit lebih istimewa dari hari2 biasa…yah 18 tahun dan sedang menjadi calon dokter yg sempurna, hari itu seakan2 semua mata tertuju padaku saat melewati keramaian,sejenak terlintas apakah celanaku sobek,atau kancing bajuku salah tempat, atau paling parah sepatuku terbalik, dengan tenang bagai seorang Agen handal sekejap memeriksa semua kemungkinan kenapa org2 selalu memandangku,semuanya baik2 saja ternyata…langkakhku yg sedikit lebih enteng membuatku lebih cepat menuju Restoran Mahal yg waktu itu menjadi standar Lokasi traktiran usia sekolahan, teriakan histeris ala konser2 Band-band luar mulai terdengar saat melewati pintu Kaca Restoran itu…yah ulah sahabat2 terdekatku membuatku merasa menjadi Pangeran sejagad semalam, belum lama menikmati kemeriahan pesta itu tiba2 terdengar dengungan nada tinggi pada telinga kananku(seperti tanda bahaya pada tokoh2 superhero)…mendadak hanya denyut jantung ini yg mengambil alih semua ruang dengarku, HP nokia 8210ku berdering dan memecah suasana…”kenapaki Mam??…apa???…sy kesana sekarang…!!!” maaf teman2 papaku masuk rumah sakit, sambil melempar kartu kredit ke sahabatku Nilam kuberlari menuju parkiran, saat itu seorang Valentino Rossi pun tak akan mampu menyaingi kecepatanku, sesampainya di ICU tubuh kekar dan Gagah ini lemeh tak bertulang saat melihat superheroku sedang terbaring lemah di kasur ukuran 2×1,5 meter, seakan tak percaya kugenggam tangannya dan berbisik ketelinganya kenpaki Papa???air mata ini tak tertahan…seakan-akan ingin menyerahkan segalanya agar superhero ini tetap bertahan dan melanjutkan tugasnya.

Suara serak yg sangat berat terlontar dari mulutnya…ayahku bertanya, "Nak?? Banyakji temanta’ datang…”sungguh ternyata superhero tetaplah sosok yg luarbiasa walah sedang dalam kondisi terburuknya…hanya bisa menangis dan tersenyum, 20 menit setelah itu giliran darahku yg mengalir dalam tubuh ayahku seakan-akan menjadi titik balik dan serah terima jabatan, sambil tersenyum ayah memandangku dan berkata…sudah siap jadi orang kuat???masih belum bisa menjawab ku hanya bisa menangis dan tersenyum sambil mengangguk paksa, kembali ayahku bertanya…pertanyaan yg selam ini keluar dari mulut org lain…”nak  siapa pahlawanmu???” dirimu ayahku!!!!jawabku sambil memeluknya…”kalau Papa yg kau tanya papa akan menjawab Kau Pahlawanku sekarang...” bunyi mesin Hemodialisa menjadi pengiring desahan nafas kami yg sama2 panjang…layaknya seorang dokter sungguhan tubuhku yg sudah kelelahan ini menuntun ayahku tuk beristirahat…setelah peristiwa itu layaknya pahlawan baru aku bersumpah tuk melindungi semua yg pernah, sementara dan yg akan dilindungi oleh ayahku…

4 April 2007

Pahlawanku,Ayahku,Sahabatku,Idolaku,Sainganku,Lawan main Winningku,teman berburuku,teman memancingku, Mandor berkebunku, Guru terbaikku  dr. H. Abdul Rachman Amin menghembuskan nafasnya yg terakhir tepat pukul 14.00 di RSCM.

Meninggal dalam tugas mulianya sebagai Pahlawan yg sedang memperjuangkan pengembangan dunia kesehatan daerah tertinggal di wilayah INDONESIA TIMUR ,pergi dengan tenang raut wajah kebahagiaan, diakhiri dengan Syahadat dan takbir, diSholatkan 3 kali dengan akumulasi jemaah 14.000  orang, dimakamkan di Taman Makam Pahlawan.Sosok yg begitu tangguh dalam 25 tahun masa pengabdiannya untuk kemanusiaan dalam 58 tahunnya sebagai Hamba Allah, dalam 23 tahunnya sebagai Suami Ayah dan Imam terbaik di muka bumi versiku…semuanya kini berpindah di pundakku,perjuangannya akan kulanjutkan, melindungi mereka yg bisa kulindungi paling tidak…disuatu hari 10 tahun yg lalu pernah diriku bertanya pada Ayahanda …Pa siapa yg bikinki selau menjadi org jago papa??? Tanpa raut keraguan pada mimiknya ayahku menjawab…Mamamu nak???…begitulah Pahlawan selalu saja ada yg mendorong mereka tuk jadi pahlawan…Mamaku ternyata adalah tokoh kuat dibalik kehebatan SuperHeroku…karena memang selalu seperti itu kenyataannya….

Wahai wanitaku yg sedang kucintai setengah mati…wahai dirimu yg sedang mewarnai hidupku…wahai dirimu yg mejadi orang keempat dalam lingkaran kekuatanku…Jadilah orang yg menjadi sumber kekuatanku kelak…siapkah dirimu…???

Setidaknya saat ini dirimu telah menjadi sosok itu…Diriku yg mencintaimu sejak 4 minggu lalu insyaALLAH tuk selamanya…

Cerita ini berdasarkan kisah nyata sang Superhero,yah Buffonk the superhero

the16_superhero….Muslih Wahyudi Rachman